Hari ini aku terisolasi
Terbunuh lewat rangkaian kata sadis menghujam dari manisnya mulutmu, sayang
Menelanjangi tubuhku lewat tusukan kejam matamu
Pernahkan kau menoleh, sayang...
Aku terluka, tercabik oleh hempasan badai
Yang menyeret langkah kakiku
Yang tertusuk tajamnya makadam batu kali
Pedulikah sayangku...
Saat aku berlari mencari sepi di rimbunnya belantara
Dan kabur dari “belantaramu yang lain”
Yang berisik oleh rongsokan mengkilatnya cat
Memadati dan membumbungkan asap pekat
Duhai sesaknya, cintaku...
Biarlah malam ini ku meringkuk dalam belaian kabut
Tanpa kau yang berdiri dalam congkaknya dunia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar