Pages

Jumat, 13 Juli 2012

Hati - hati ya :)


Ku baca sms itu lagi.

“Anterin ea, eank.”

Walau pun cape tubuh ini, rasanya sudah melayang ke udara. Hahaha. Aku bisa ketemu dia.
Walau pun hampir setiap minggu bertemu tapi rasa kangen ini tak pernah bisa hilang. Menatap lentik bulu matanya selalu membuatku melupakan bahwa kaum adam di bumi ini masih banyak.
Benar-benar membuatku selalu sayang dan semoga tak kan pernah berhenti.

Ku sandarkan kepalaku di bahunya sambil mengaduk-aduk segelas caffucino panas di warung kopi lesehan di depan POM Bensin Ngagel. Aku selalu suka saat-saat seperti ini.

Mendengarkan celotehnya.
Menatap matanya.
Menyandarkan kepala di bahunya.
Bermain di sela-sela jemari tangannya.
Walau kadang omongannya tergolong kasar, aku benar-benar menikmati saat dia tertawa di sampingku.

Setidaknya dia benar-benar berbeda dengan omongan mulut di luar sana.
Sebuah kecupan manis di keningku membuatku merasakan aliran hangat sampai ke hati. Rasa ini ku berharap selamanya.

Ku teguk caffucinoku. Hahahaha. Tidak ku sangka, dia sekarang sudah hafal dengan kesukaanku tanpa harus aku beri tahu. Ku pakai carrier miliknya yang akan dipakai ke Semeru, sedangkan dia memboncengku.
Mataku terpejam. Perasaan tenang itu menghampiri dan mebiusku.


Carrier merah itu, Matic Beat hitam, aspal jalanan, angin jalanan, deretan pohon, dan lalu lalang manusia di atas karpet hitam aspalan menjadi saksi do’aku.
Laju motor berhenti di depan Unair. Dia menelpon temannya yang sama-sama berangkat ke Semeru. Tak lama kemudian, sebuah motor dengan 2 orang pengendara datang menghampiri. Singkat ceritanya, dua orang ini mau berangkat ke Semeru, hanya saja tidak ada dana tapi harus berangkat. Rapat jalanan yang terdiri dari 6 orang itu akhirnya berakhir. Hehehe. Kemudian ke rumah Mas Tony untuk prepare.


Ku sendok bulir-bulir nasi goreng sepiring berdua dengannya. Sesuap demi sesuap nasi mulai masuk ke mulutku. Hehehe. Aku berharap moment ini berhenti. Waktu berlalu begitu cepatnya, sampai sebuah tangan terulur untuk ku cium. Tangannya.

“Hati-hati, ya.”
Sebuah senyum sebagai jawabannya.




I Love U, my sweety jangkriex

Tidak ada komentar:

Posting Komentar