Pages

Selasa, 18 September 2012

Mahameru, Antara Syawal Camp & Lontong Galau Adventura (I)


Kata – kata dari Rookie Arnold’s “Gak perlu orang lain suka apa, gak?”
Kalau mungkin kata – kata itu nongol 5 tahun yang lalu, mungkin tulisanku sudah memenuhi dinding – dinding wall facebook (padahal aku punya facebook tahun 2009). Dan sekarang seperti kesetanan, aku mulai merangkai kata – kata indah agar menjadi sebuah kalimat yang baik dan mendingan (copas motto pelajaran B. Indonesia anak – anak BK).


Mahameru. Antara Syawal Camp & Lontong Galau Adventura

Panggul, 21 Agustus 2012
11.30
Kita berangkat sekarang aja, temanku ngajak berangkat (sms dari Zainul M Ayodya)
2 jam perjalanan saja aku baru sampai rumah, belum packing dan pamitan sama orang sekampung (sekalian minta angpau lebaran). Janjian berangkat malam dimajukan menjadi sehabis dhuhur. Tetap saja aku tidak akan tepat waktu. Perjalanan ke rumah saja perlu waktu 2  jam, dari rumah ke Base Camp KOPLAG (Trenggalek) perlu 1,5 jam lagi. Mendadak galau dan berharap si Doraemon datang dengan mesin waktunya.

Karena menunggu Doraemon gagal dateng, so akhirnya gas pol maticku ke rumah. Sebelumnya ku sempatkan sms pada adikku.
Dek, tolong packingin ya. Habis ini aku cap cus ke Semeru. Kalau aku sudah sampai rumah keril kudu siap angkat ya.

Pesan terkirim dan weerr weerr

Akhirnya pukul 14.30, keril sudah kujepitkan di sela – sela setir dan jok motorku, si Beaty yang imut dan beauty. Setelah cipika cipiki sama emak dan bapak, adek – adek, bude, pak de, pak lik, bu lik, mbak yu, kang mas dan para sesepuh RT 12 RW 04, Bapak menyelipkan lembaran uang buat beli bensin.
"Ati - ati yo, Nduk! Lek kesel nyetir sepeda yo leren. Ojo dipekso nyetir. Opo maneh sepedaan dewean nang Suroboyo." pesan bapakku.
Pamitan kali ini pada Ibu dengan alasan “Wonten kegiatan teng Malang, Bu!”
Ma’afkan aku, Biyung dan Romo, ananda terpaksa bohong tentang pendakian ke Semeru ini (soalnya pasti g dikasih ijin) tapi kan benar ada kegiatan yang dimulai dari Malang. Hehehehehe

Sempat kukirimkan sms ke Om Gepenk a.k.a Zainul M Ayodya.
Oke, siap meluncur ke Base Camp, Om.
Message Sent

Perjalanan ke Base Camp KOPLAG masih tetap penuh tantangan padahal puluhan kali sering aku lewati. Melipir di jalanan pegunungan, kanan tebing kiri jurang. Dan harus sering mangalah di tikungan jalan yang rusak. Jalanan harus dilewati bergantian, tergelincir sedikit saja nyawalah yang akan menapaki jalan ke surga. Keadaan seperti ini membuat putaran mesin maticku hanya ku pacu 40 – 50 km/jam sehingga pukul 16. 20 baru sampai di base camp KOPLAG.

Turun dari motor dengan masih menggunakan gamis putih panjang segera kusapa Om Gepenk dan 1 orang teman perjalanan dari Batam (tapi aseli produk Trenggalek) yang kemudian ku sebut dengan nama Om Fajar. Ternyata di bace camp sudah duduk manis Bang Telo (orang ini nih yang pingin aku temui #penasaran), Kempot n pacar, Eko Ayodya. Om Gepenk & om Fajar yang  cakep ini lagi sibuk packing dengan kerilnya yang tinggi – tinggi (sebetulnya mereka lebih pantas dipanggil Mas – mas, berhubung lidah saya sudah saya plesetkan menjadi Om – om yang berarti itu sudah rejeki mereka) Sebenarnya perjalanan kali ini dipesertai 4 personil. Dan entahlah seorang lagi akhirnya tereliminasi dengan alibi “sakit”. Semoga engkau cepat sembuh, kawan.

Setelah riyadinan dengan Eyang Kakung, Eyang Uti dan penghuni base camp, ku tarik kerilku. Tapi bukan packing, malah sibuk menulis surat ijin dokter di blanko yang sudah tersedia. Ceck List sebentar lalu dianter om Gepenk pergi ke Alfamart mencari beberapa peralatan mandi. Setelah mandi dan bongkar – bongkar keril tercium bau ikan asin dari kerilku segera mengudara.Om Gepenk tertawa. Ikan asin dan tiwul pesanan Bang Kasih Abadi sudah siap. Sedikit ebi kering, kesukaanku juga tak lupa ku bawa. 

Tak lama, hapeku terus – terus menjerit ria.

Adek memanggil di layar hapeku
Ku reject lagi dan lagi.

1 pesan diterima
Mbak, STNK mu ketinggalan.

Ku cek tasku dan ternyata selembar kertas itu tertinggal di desaku yang berada nun jauh di balik gunung – gunung. Untuk mengambilnya memerlukan waktu 4 jam PP. 

Dek, nanti kalau balik ke Surabaya. STNK-nya bawaen. Sekarang aku g pake STNK juga gpp. Doain ya.
Dan sent

Dilema yang memakan waktu. Om Gepenk menyarankan untuk meninggalkan motorku di Trenggalek saja dan pakai motornya. Setelah pendakian pulang ke Trenggalek ambil STNK dan baru ke Surabaya. Bagiku itu terlalu memakan waktu dan tenaga sedangkan tanggal 27 Agustus aku harus kerja. Belum lagi, aku tidak bisa memprediksi kemungkinan kondisiku cukup fit setelah pendakian ini. Eyang Uti mempertimbangkan segala kemungkinan terburuk. Debat alot ini, kuakhiri dengan nekad berangkat dengan segala kemungkinan. Bissmillah.

Tiba - tiba menjelang berangkat, Kem pot dan pacarnya menyerahkan satu kantong plastik gede penuh dengan camilan dan susu. Buat teman perjalanan, katanya. Lumayan.
Jam 8 malam kurang sedikiiiiiiiiitt. 2 unit motor membelah belantara aspalan dari Bendo, Trenggalek (base camp KOPLAG Adventure) – Tulung Agung – Blitar – Malang dengan kerilnya om Gepenk yang super tinggi dan super berat menggantung di pundakku sedangkan kerilku kejepit manis di bawah kaki om Gepenk yang lagi memutar  gas. Antara kantuk dan beratnya keril bertengkar ria  di otakku.
Posisi keril yang sering melompat karena lubang jalanan, membuat pundakku seperti dipelintir.  Berkali – kali aku minta om Gepenk benerin kerilnya tapi tetap saja setiap ada gronjalan, keril itu melompat - lompat.

La gimana g berat. Antara keril sama yang gendong gedean kerilnya. Dan yang gendong keril itu gua. Chemunguutt ea, kakak!!!!wkwkwkwkwk

Akhirnya menjelang tengah malam, kita sampai di rumah Bapak Laman sebagai home stay dan parkiran kami. 

Dan di sini problem mulai muncul...
(bersambung)

8 komentar:

  1. hahahaahahaaaaaa...just be yourself....rista..
    tapi kenapa juga nama saya harus loe pajang dideretan paling depan dengan warna merah...??
    ga papa sih..tapi kesannya gimana gitu..hahaha

    BalasHapus
  2. Keril itu carrier bukan?

    wah lontong galau saingan berat nasi galau brti yak haha

    BalasHapus
  3. Keril itu carrier bukan?

    wah lontong galau saingan berat nasi galau brti yak haha

    BalasHapus
  4. @rhaggill a.k.a Rookie Arnolds : jiahhh, siapppp komandan, mohon bimbingannya yak!! kata2 itu kek mantra bim salabim ala kadabra. Emang kek apa?? Hehehehe....

    BalasHapus
  5. Ferry Puji Nova : Yupsss, keril itu Basa jawanya Carrier (lidahku kalau ngomong carrier sering terpeleset, \\//)

    Nasi galaunya sapa? Rasanya kek apa, kak? Mematikan g, kak?
    Ngincipin apa?
    Loh......

    BalasHapus
  6. Ferry Puji Nova : kamu orang Trenggalek ta? Mampir apa ke base camp KOPLAG di Bendo, tahukan? jamuannya spesial loh, nasi gegok. Udah pernah coba?

    BalasHapus
  7. hahah aku ke trenggalek itu cumak hari raya doank gak apal daerah situ juga kapan2 deh maen

    BalasHapus
  8. hahah aku ke trenggalek itu cumak kalo hari raya doank gak apal juga jalan2 di sana ,,,, terus kalo saya ke trenggalek ngapain lha wonk kamu ndk sby weeww

    BalasHapus