Kediri, 26 Juli 2012
Ah, sapa sangka perjalanan ke Trenggalek hari ini harus berakhir dengan
tragedi kecil ketika seekor belalang menghantam mata kirimu.
Merah. Bengkak. Lebam.
Berair.
Benar-benar tidak tega melihat matamu seperti itu. Andai bisa ku ganti,
mungkin lebih baik aku yang terluka. Melihatmu tergeletak di POM Bensin Pogalan
saat itu benar – benar menguras batinku. Sedih. Sangat sedih.
![]() |
| POM Bensin Trenggalek |
Keputusan yang diambil untuk balik ke kota Kediri, siang itu juga. Menelusuri
jalanan di pinggiran kota dengan sebuah tangan menutup matamu. Entahlah, aku
jadi bisu. Tak tahu harus ngomong apa.
Sesampai di Kediri (base camp Trimbel (Argonic’s)).
Kamu langsung tergeletak dengan emosi yang lebih di ambang batas sabarmu.
Marah – marah kepadaku dan sering marah – marah.
Jujur, saat itu aku sedih. Aku nangis dan aku kecewa pada diriku sendiri
yang tak pecus membantu mengurangi beban sakitmu.
Air mataku meluncur dan membentuk aliran di pipiku. Ah, seandainya kamu
tahu. Aku benar – benar merasa tidak berguna, sedikit egoku berkata bahwa aku
tidak mau marah – marahi terus. Kau masih ingatkan ceritaku tentang Yohanes
yang selalu memarahiku terus – terusan, sebenarnya aku masih trauma saat orang –
orang marah padaku. Tapi ku tekan egoku, kulihat kondisimu.
Aku tak pantas
sakit hati saat itu.
Perjalanan berlanjut menuju Surabaya pukul 21.30 WIB dari Kelurahan
Tamanan, Kediri. Kau tidak mampu memboncengku. Ya sudahlah aku yang di depan.
G tahu kenapa aku kurang begitu konsentrasi, kepikiran kamu dan rasa kantuk
yang menyerangku serta kedinginan.
Ma’af...
Atas semuanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar